Senin, 18 Mei 2015
4 Golongan Wanita Ahli Neraka yang Dilihat Nabi Saat Isra’ Mi’raj
Isra’ mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Selain keajaiban perjalanan super cepat Makkah-Palestina-Sidratul Muntaha dan mendapatkan perintah langsung shalat lima waktu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga diperlihatkan surga dan neraka. Dan inilah, 4 golongan wanita ahli neraka yang dilihat Nabi saat isra’ mi’raj.
Wanita yang kufur terhadap kebaikan suami
Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah menceritakan neraka yang telah dilihatnya kepada para sahabatnya. Rasulullah memberitahukan bahwa mayoritas penduduknya adalah wanita, karena mereka kufur terhadap kebaikan suami.
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wanita pezina
Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfury menjelaskan di dalam sirah nabawiyah-nya, Ar Rakhiqul Makhtum, bahwa ketika Rasulullah dimi’rajkan oleh Allah dan diperlihatkan neraka, beliau melihat pezina disika di neraka tersebut. Di dekat mereka ada daging yang baik dan ada daging yang busuk. Mereka mengambil daging yang busuk itu dan meninggalkan daging yang baik.
Wanita peng-ghibah
Ghibah, dalam bahasa sederhana adalah gosip, yakni menceritakan sesuatu tentang orang lain yang membuatnya tidak suka seandainya orang tersebut mengetahui/mendengarnya. DalamSirah Nabawiyah karya Syaikh Muhammad Ali Ash Shalabi diterangkan, Rasulullah saat isra’ mi’raj diperlihatkan para peng-ghibah disiksa di neraka dengan memakan bangkai-bangkai busuk manusia.
Wanita yang suka ikhtilat
Dalam Ar Rakhiqul Makhtum pula, Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury menyebutkan bahwa diantara penduduk neraka yang dilihat Rasulullah saat isra’ mi’raj adalah wanita-wanita yang suka memasuki tempat tinggal (lingkungan) laki-laki. Mereka disiksa di neraka dengan digantung di bagian payudaranya.
Tentu, banyak golongan lain penghuni neraka yang diperlihatkan kepada Rasulullah saat isra’ mi’raj beliau. Namun tidak semuanya dijelaskan dalam hadits dan sirah nabawiyah. Sebagaimana banyak pula golongan wanita ahli surga yang diperlihatkan kepada Rasulullah saat beliau isra’ mi’raj.
Semoga sahabat webmuslimah dirahmati Allah sehingga tidak termasuk 4 golongan wanita ahli neraka yang dilihat Nabi saat isra’ mi’raj ini, dan dipeliharaNya dari siksa neraka. [Tim Redaksi Webmuslimah.com]
Senin, 18 Maret 2013
Sosok Sahabat Nabi Muadz bin Jabal r.a
Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus al-Khazraji, dengan nama julukan "Abu
Abdurahman", dilahirkan di Madinah. Ia memeluk Islam pada usia 18 tahun,
Ia mempunyai keistimewaan sebagai seorang yang sangat pintar dan
berdedikasi tinggi. Dari segi fisik, ia gagah dan perkasa. Allah juga
mengaruniakan kepadanya kepandaian berbahasa serta tutur kata yang
indah, Muadz termasuk di dalam rombongan
yang berjumlah sekitar 72 orang Madinah yang datang berbai'at kepada
Rasulullah. Setelah itu Muadz kembali ke Madinah sebagai seorang
pendakwah Islam di dalam masyarakat Madinah. Ia berhasil mengislamkan
beberapa orang sahabat yang terkemuka seperti misalnya Amru bin
Al-Jamuh.
Malam ini, Makanlah Bersama Kami, Wahai Utsman
Utsman bin Affan r.a sedang membaca Al-Qur'an ketika beberapa orang
merangsek ke dalam kamarnya. Ia membaca ayat-ayat suci itu dengan
khusyuk dan suara bergetar. Suaranya tidak terlalu terdengar jelas, juga
tidak terlalu pelan. Para durjana yang masuk itu memaksanya
menghentikan tilawahnya. Tiba-tiba salah seorang dari mereka loncat ke
hadapan Utsman dan berteriak, "Antara aku dan engkau ada Kitabullah," sambil menebaskan pedang. Utsman menangkisnya hingga tangannya terputus.
Langganan:
Postingan (Atom)