Senin, 28 Maret 2011

kisah cinta teladan 2

by : Irwiyana Yüñhä  (Cyber Tarbiyah ( FULL ))


“Setelah dinikahkan,aku lalu bangkit .Aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat karena gembirannya.Aku lalu bergegas pulang kerumah.Aku pikir pada siapa aku akan mencari pinjaman ? aku lalu shalat magrib. Setelah itu aku kembali kerumah. Aku nyalakan lentera .Saat itu aku puasa aku mengambil makanan untuk buka.Tak lain roti kering dan minyak zaitun .Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu.
“Siapa?’
“Said”.
Aku berpikir pada orang-orang yang bernama Said,kecuali Said bin musayyab.sebab selam a 40 tahun ia tidak pernah terlihat kecuali dua tempat yaitu dirumahnya dan di mesjid nabawi.Aku lalu keluar membuka pintu.ternyata adalah Said bin Musayyab.Aku mengira ada hal penting dan memerluan bantuan.kukatakan,
“Wahai Abu muhammad,jika kau mengrim utusan padaku tentu aku akan datang padamu”
“tidak kamu lebih berhak untuk didatangi,”jawab Imam Said apa yang kau titahkan,dan apa yang bisa aku bantu?”
“kau adalah lelaki sendiri tanpa istri .Aku telah menikahkan kamu.Aku tidak ingin kau bermalaman senderian malam ini.aku antarkan isterimu.”
Dan putri Said bin Musayyab itu ternyata berdiri dibelakang Said bin Musayyab .Said lalu memegang tangan tanganya dan mendorongnya ke pintu.Putri Said bin musayyab terlihat sangat malu.ia hanya berdiri mematung di pintu.Aku cepat-cepat menuju nampan,di mana ada roti dan minyak .Aku letakkan pada bayangan lentera agar tidak terlihat.Aku lalu naik keloteng dan mamanggil para tetangga.merekapun berdatangan.Mereka bertanya.
“Ada apa?”
“aduh bagaimana ini? Siang tadi Said bin musayyab menikahakan aku dengan putrinya,dan malam ini mendadak dia datang membawa putrinya.”
Para tetangga bertanya heran,”Said menikahkankamu?”
“Ya”
“Dia sekarang ada dirumahmu?”
Para tetangga lalu mendatangi rumahku.Hal itu diberitahukan pada ibuku.Ibuku datang dan berkata,”Aku haram melihat wajahmu jika kau sampai menyentuhnya sebelum aku dandani sampai tiga hari.”Aku lalau menenagkan diri selama tiga hari,baru aku menemuinya.Terntata dia adalah wanita paling cantik,paling hafal kitab Allah,paling tahu sunnah Rasulullah,dan paling mengerti hak-hak suami.Selama sebulan Said tidak mendatangiku dan aku tidak mendatanginya.Setelah sebulan aku mendatanginya saat itu dia ada ditengah-tengah halaqah pengajiannya.Aku ucapkan salam padanya.Dia menjawab salamku ia tidak mengajaku bicara sampai orang-orang pergi semua.
Ia bertanya,”bagaimana keadaanya?”
Aku jawab,”baik,Abu Muhammad.Dia manusia sangat di cintai teman dan di benci msuh.”
“jika kau ragu padanya kau boleh angkat tongkat.”
Aku lalu kembali keruhku dan Said memberiku bekal 20 dirham.”
Betapa besarnya rasa percaya Imam tabi’in agung itu.ia bahkan tidak bertanya secara mendetail keadaan putrinya.sebab ia sangat percaya putrinya akan baok dan aman dibawah lindungan lelaki yang bertakwa ,takut kepada Allah,tahu hak dan kedudukannya.

Kisah cinta teladan 1

by : Irwiyana Yüñhä ( Cyber Tarbiyah ( FULL ) )


Para Ulama Salaf memahami standar kufu dalam menikahkan putri mereka adalah agama. Mereka tidak melihat harta dalam menikahkan putra-putrinnya tapi melihat kualitas iman,taqwa dan akhlak.Tak heran jika mereka lebih memilh yang miskin namun baik agamannya dari pada yang kaya namun kurang agamanya.
Kisah Said bin Musayyab dalam menikahkan putrinya adalah kisah keteladanan yang sangat indah penuh hikmah . Beliau memilki seorang anak putri yang sangat terkenal kecantikan , kecerdasan dan kesalehannya. Kabar itu sampai ketelinga Khalifah Abdul Malik bin Marwan dan putra mahkotanya yaitu Walid bin Abdul Malik di Damaskus.Khalifah datang ketempat Said bin Musayyab untuk meminang putrinya itu, untuk putra mahkotanya. Namun tampa keraguan sedikitpun Said menolak pinangan itu,meskipun ia harus menghadapi resiko yang tidak ringan.Karena menolak pinagan Khalifah ia sampai dicambuk sebanyak seratus kali.
Tak lama setelah kejadian itu,ia kembali mengajar di masjid nabawi.ia adalah seorang ulama dan maha guru yang sangat perhatian dan menyayangi murid-muridnya,ia selalu menayakan keadaan mereka, dan jika ada yang berhalangan hadir ia selalu menayakan,kenapa.Suatu kali ada seorang muridnya bernama Abdullahbin Abi Wada’ah tidak menghadiri pengajian. Ketika ditanyakan pada murid yang lainya,tidak ada yang tahu sebabnya. Beberapa hari berikutnya, Abdullah bin Abi Wada’ah hadir,Imam Said bin Musayyab langsung bertanya,
“Abdullah,kenapa kemarin tidak datang ?”
“Maaf Imam , kemarin istri saya meninggal dunia dan saya tidak sempat minta izin dan memberitahukan kabar ini pada Imam.”
“ Apakah kau sudah menikah lagi?’
“Semoga Allah merahmati Imam,siapakah yang sudi menikahkan putrinya denganku.Aku ini miskin tidak memiliki apa-apa kecuali hanya dua atau tiga dirham saja?”
“Akulah yang akan menikahkan kamu.”
“Banarkah?”
“ya,benar.Aku akan menikahkan kamu dengan putriku,jika kau mau.”
Dan jadilah saat itu juga Imam Said bin Musayyab menikahkan putrinya yang terkenal cantiknya itu dengan Abdullah bin Wada’ah,salah seorang muridnya yang miskin,dengan mahar hanya dua dirham.
Begitulah imam Said bin Musayyab lebih memilih laki-laki yang miskin namun ia tahu persis ketakwaan dan kedalaman ilmu agamanya. Ia tidak memilih putra raja yang kaya dan memilki kedudukan yang tinggi.ia sangat percaya bahwa putrinya akan selamat didunia dan diakhirat jika berda dalam bimbingan suami yang bertakwa. Betapa hati Imam Said takkaa menikahkan putrinya itu dapat dilihat dari cerita Abdullah bin Abi Wada’ah,

yakinlah, takkan sia-sia

Cahaya Hippmash 29 Maret jam 9:06 Balas • Laporkan

Jadikanlah harapan orang lain
sebagai perintah bagi Anda.

Jika Anda bekerja keras dalam kejujuran
untuk memenuhi harapan orang lain,
...yang bahkan belum disampaikannya kepada Anda,
Anda akan mendapatkan bahkan yang
tidak Anda harapkan.

Maka janganlah hitung-hitungan dan malas.

Lakukanlah kebaikan walau belum jelas bayarannya,
dan bersegeralah walau belum tentu cepat sampai.

Mario Teguh